Langsung ke konten utama

Postingan

Psikolog: Lego Bisa Asah Kreativitas Anak

Mainan bagi anak-anak fungsinya bukan hanya saja membuat ia senang, melainkan dapat mengembangkan kecerdasan anak. Ratih Ibrahim selaku psikolog anak, menjelaskan anak-anak bukan hanya saja harus rajin dan pintar, tetapi harus kreatif. Memiliki suatu inovasi adalah keunggulan luar biasa yang sama pentingnya dengan rajin dan pintar. Inilah mengapa moms harus membekali bakat yang si kecil yang dikembangkan lewat stimulasi sesuai usianya. Stimulasi tersebut, Ratih mengatakan bisa didapatkan dari permainan yang diberikan. Salah satunya permainan lego yang bisa mengasah kreativitas seorang anak. “Permainan ini juga dapat mendekatkan anak dan orangtua karena dapat dimainkan bersama-sama,” ujar Ratih  Ada banyak manfaat yang diperoleh si kecil dari bermain lego./Copyright shutterstock.com Ratih juga menjelaskan saat kita dilahirkan di dunia, kita sudah dikaruniai kecerdasan yang bersifat majemuk, seperti  kognitif, psikomotor, dan psikososial. Hal tersebut pun perlu diasah agar berke...

Efek Samping Nonton TV Tanpa Batasan bagi Anak bisa Bikin Obesitas

Tidak menutup kemungkinan bahwa tayangan video di sosial media dan TV memiliki manfaat untuk anak. Sebagai contoh, mengenalkan nama binatang, warna, dan belajar bercerita. Namun yang orangtua perlu sadari, ada efek samping yang berbahaya bila anak terlalu lama nonton TV, berikut penjelasannya. Komunikasi satu arah Mengutip dari Mayo Clinic, terlalu banyak nonton TV berpengaruh pada perkembangan otak anak karena tayangan hanya bersifat satu arah. Hal ini berisiko membuat anak terlambat bicara dan mengganggu perkembangan bahasa anak. Berbagai pengetahuan yang si kecil lihat di dalam video hanya ia terima tanpa ada interaksi. Berbeda bila anak dibacakan buku cerita atau bermain kartu dengan orangtua. Anda bisa bertanya mengenai tokoh di dalam cerita, pakaian yang digunakan, warna, dan lainnya. Di sini, anak akan belajar pemecahan masalah atau problem solving meski dengan cara sederhana. Obesitas atau kegemukan Terlalu lama menonton TV bisa membuat anak menjadi obesitas atau kegemukan, ter...

Anak Usia 2-5 Tahun Maksimal Nonton TV Satu Jam per Hari, Kenali Bahaya Jika Berlebihan

Menonton televisi jadi kebiasaan yang tanpa disadari dibentuk oleh orang tua kepada si buah hati. Padahal, banyak bahaya mengintai bila batasan menonton tidak diperhatikan. Lalu, berapa lama seharusnya waktu yang dihabiskan anak untuk menonton TV? Durasi anak nonton TV terkadang menjadi dilema besar bagi para orangtua. Pasalnya, televisi dan gadget lain bisa membantu orangtua dalam mengalihkan perhatian anak ketika harus sibuk dengan urusan lain. Namun tidak bisa dihindari, ada efek samping dari kebiasaan anak terlalu sering nonton TV. Lalu, berapa lama durasi ideal anak menonton televisi? Berikut penjelasannya. Mengutip dari Kids Health, dua tahun pertama usia bayi adalah waktu di saat otak bayi sedang berkembang sangat pesat. Maka, sangat penting bagi si kecil untuk mengenal dan mengasah panca inderanya dengan melihat, mendengar, dan merasakan. Namun, mengasah panca indera si kecil sebaiknya tidak dilakukan dengan menonton TV.American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untu...

Bermain Balok Kayu, Mainan Sederhana tapi Punya Efek Istimewa

Bermain balok, sekilas terlihat sederhana. Tapi,  kegiatan merangkat dan menyusun balok ini bisa punya efek istimewa bagi si buah hati. Termasuk meningkatkan kecerdasan dan kreatifas anak.  1. Mengembangkan imajinasi Permainan ini membutuhkan imajinasi dan kreativitas anak untuk membentuk atau merangkai balok menjadi suatu benda. Bunda bisa melatih imajinasinya dengan memberi contoh benda yang bentuknya mudah ditiru oleh anak, misalnya bangunan atau jembatan. Setelah anak mendapat cukup banyak referensi, imajinasinya akan berkembang sehingga ia mampu menciptkan sendiri ide ingin merangkai balok menjadi bentuk sesuai keinginannya. 2. Belajar mengenal konsep Ketika anak bermain balok, ada beberapa konsep yang ia pelajari di dalamnya. Seperti perbedaan bentuk, ukuran, warna dan keseimbangan. Itulah sebabnya orangtua perlu mendampingi anak saat bermain balok.  Sebab, inilah saat yang tepat mengenalkan berbagai macam konsep kepada anak. 3. Melatih kesabaran Anak balita masih k...

Segudang Manfaat Bermain bagi si Buah Hati, Yuk Main yuk!

Bermain menjadi kebutuhan bagi si buah hati. Apalagi di masa keemasannya alias golden age. Proses tumbuh kembang bisa berjalan maksimal lewat hal yang disenangi yakni bermain.  Dan berikut manfaat bermain bagi si kecil yang telah dirangkum.  1. Meningkatkan Fungsi Kognitif Bermain tidak hanya terkait dengan kesenangan pada anak. Bermain juga dapat dijadikan wadah untuk melakukan stimulasi kepada anak dengan cara yang menyenangkan. Sebagai contoh saat bermain bersama anak, Anda dapat mengajarkan anak berhitung, menyebutkan kosa kata, serta melatih daya ingat anak. Hal-hal ini dapat meningkatkan fungsi kognitif si Kecil tentunya. 2. Menjadi Lebih Kreatif Aktivitas bermain juga bermanfaat untuk membuat anak lebih kreatif. Ketika bermain, anak dapat mengembangkan proses berpikirnya serta ide-ide baru sehingga kreativitasnya terbentuk. Untuk itu, berikan keleluasaan kepada anak untuk bermain dengan imajinasinya sendiri, tidak selalu harus sesuai dengan kemauan orang tua atau pengas...

Jebakan Televisi yang Bikin Tumbuh Kembang Anak Terganggu

Bahaya Keranjingan Menonton Televisi Oleh: Drs. Mardiya Ka Bidang Pengendalian Penduduk Hingga saat ini, televisi masih menjadi salah satu media sumber informasi  penting bagi keluarga. Melalui televise, seluruh anggota keluarga  akan dapat mengetahui perkembangan dunia terbaru selain televisi juga menjadi salah satu sarana untuk menambah wawasan. Banyak yang bisa kita ambil dari menonton televisi di mana semua acara tersaji. Mulai dari acara berita informasi hingga hiburan. Itulah sebabnya banyak anak-anak kecil yang kemudian menjadi keranjingan menonton televisi selain handphone. Berdasarkan identifikasi penulis, ada beberapa dampak negatif dari menonton televisi bila tidak terkendali/keranjingan: Pertama, dapat mengganggu penglihatan. Sejauh mata memandang, kita pasti akan terfokuskan terhadap televisi itu sendiri. Apalagi ketika menyaksikan acara favorit seakan mata enggan terpejam satu detikpun. Pancaran cahaya yang dikeluarkan televisi memang perlu diakui sangat mencolok...

Parenting versi Akoh

Sejak memutuskan resign dari pekerjaan sampingan, saya merasa punya waktu yang cukup untuk melihat dan mengawasi tumbuh kembang Shadid.  Awalnya memang terasa kosong, dan bingung mau ngapain dari pagi sampai sore.  Kalau biasanya waktu saya habis untuk kerja dari pagi sampai malam. Kini, saya merasa punya waktu lebih fleksibel dan cukup banyak untuk merawat dan mendidik Shadid. Ya, tiga hari sejak saya memilih keluar dari pekerjaan freelance, saya  membulatkan tekad  untuk pelan pelan melepas ketergantungan pada popok.  Target saya, di usia dua tahun, Shadid sudah melakukan aktivitas buang air becil dan BAB di kamar mandiri. Dan, alhamdulillah. Empat bulan berjalan hingga usianya 1 tahun 10 bulan, Shadid mulai terbiasa pipis dan pup di kamar mandi. Bahkan dia sudah bisa menyiram pipisnya sendiri. Walaupun ada saja momen saat dia terpaksa harus ngompol di lantai karena kelupaan atau nggak ketahan. Tapi saya merasa bersyukur. Karena Shadid bisa diajak bekerjasama....

Detik detik Ijab Qabul

25 Agustus 2018 Ini adalah hari bersejarah dalam hidup saya. Karena saat itulah saya telah menyerahkan diri seutuhnya pada seorang lelaki. Damanhuri namanya. Teman kerja yang rupanya ditakdirkan Allah menjadi imam saya, Baik buruk saya akan menjadi tanggungannya.  Sejak semalam saya tak bisa tidur. Jantung berdebar lebih kencang dari biasa. Rasanya ingin segera melewati hari spesial itu. "Ya Allah, aku akan menikah.  Ya Allah mampukah aku menjadi seorang istri yang sesuai dengan tuntunan mu" Pertanyaan itu terus muncul dalam pikiran. Sampai tiba tiba suara adzan subuh terdengar. Saya pun langsung siap siap solat subuh dan mandi. Pagi pagi, perias pengantinnya sudah datang. Saya merasa jadi wanita paling cantik kala itu. Tak sedikit yang memuji hasil riasannya. bahagia, senang bercampur aduk. Rasanya deg-deg an sekali. Apalagi saat mendengar rombongan pengantin pria sudah sampai. Waktu itu, perias saya masih memoles wajah.  Sampai tiba nama saya dipanggil penghulu untuk...

SHADID...

Shadid Itulah nama panggilan anakku.  Kuat artinya. Sungguh, rasanya seperti mimpi bisa memiliki si buah hati. Apalagi kalau melihat tumbuh kembangnya dari hari ke hari. Shadid Secara langsung dan tak langsung, dia sudah menjadi guru kehidupan buat ku. Darinya aku belajar menjadi seorang ibu juga istri. Menjalankan peran itu, yang awalnya terasa cukup berat. Tapi lama kelamaan justru membuatku merasa jadi lebih bijak dari sebelumnya. Memiliki Shadid membuat ku belajar untuk bisa mengontrol diri Mengontrol diri dari apapun Shadid.. Melihat senyumnya, membuatku bahagia. Apalagi saat mendengar ocehannya, betul betul bisa menghilangkan penat Saat tulisan ini dibuat, Shadid genap sepuluh bulan. Dia sudah punya gigi satu. Sudah bisa menyebut ayah, bapak, nenen, mamam. Meski belum jelas bisa memanggil ku ibu Tak apa.. melihat wajahnya yang girang saat melihatku pulang kerja, aku sungguh bahagia. Sebahagia dia bisa melihat ibunya.. Dari Shadid, aku belajar tenta...

Selamat Datang Jagoan!

Malam sebelum proses persalinan, aku masih sempat datang ke kantor. Saat itu aku sudah pembukaan satu. Aku sengaja datang ke kantor untuk mengambil pesanan baso aciku. "Lu belum lahiran juga,"ujar Doyok, rekan kerjaku. "Belum nih, baru pembukaan satu,"jawabku. "Wah, pasti lama. Istri gw aja tiga hari baru lahir sejak pembukaan satu,"ujarnya. "Semoga cepet ini mah,"jawabku yakin. Aku memang sudah tak sabar ingin segera melahirkan. Maklum, sudah dua minggu ini aku cuti dan menanti kelahiran buah hati. Sampai akhirnya setelah beres mengambil pesanan baso aci, kami kembali ke rumah. Malam itu, aku menahan rasanya kontraksi di rumah. Rasanya sungguh luar biasa. sudah pinggang terasa panas perut juga sudah tak karuan. Sampai akhirnya rasa mulas itu datang lebih sering. Tepat pukul 22:00 WIB, kami menuju bidan. Saat dicek, aku baru mau pembukaan tiga. Bidan menyuruhku untuk tiduran sambil menunggu kontraksi. Rasanya luar biasa. ...

Perasaan Disa Bercampur Aduk

"Dis, aku mau menikah". Pesan singkat itu muncul di layar HP Disa. Pagi itu, air mata Disa langsung tumpah ke wajahnya yang baru saja bangun tidur.  Pesan singkat yang membuatnya hatinya hancur. Tepat di Hari ulang tahunnya, Disa mendapat kabar soal rencana pernikahan mas Pri. Lelaki yang sudah tiga bulan ini hilang kontak. Padahal sebelumnya, Mas Pri intens mendekati Disa, meski hanya lewat ponsel. Bahkan mas Pri masih sempatnya mengutarakan soal perasaan sebelumnya pada Disa.  Perasaan Disa bercampur aduk. Antara sedih, kecewa tapi juga bersyukur karena Allah sudah menunjukkan Jalan-NYA. Persis seperti doanya. "Ya Allah, kalau mas Pri adalah jodohku mudahkan kami bersatu. Tapi kalau bukan, mudahkan aku mengikhlaskannya bersanding dengan wanita lain" itulah doa yang selalu Disa panjatkan di setiap sujud.  Hari itu, walaupun menyakitkan tapi semua terjawab secara terang benderang. Mas Pri bukanlah jodoh Disa. Ada perasaan lega. Karena itu artinya Dis...

Jelang Persalinan Part I

"HPL nya 28 Agustus 2019 ya bu" ujar dr Alex, dokter kandungan yang biasa aku datangi. Mendekati waktu HPL, suamiku menyuruh agar aku segera cuti. Dia khawatir dengan kandungan yang semakin terlihat besar. Malahan, sejak 1 Agustus aku sudah disuruh ambil cuti.  Hanya saja aku menolaknya. Memangnya enak, menunggu waktu lahiran di rumah tanpa punya kegiatan.  " enggak ah. Aku mau kerja aja biar gak berasa,"jawabku pada suami. Saat kandungan sembilan bulan, aku masih ke kantor dan pulang malam. Sampai akhirnya aku dipaksa ambil cuti dua minggu jelang Hpl.  Sebenarnya aku keberatan, karena khawatir boring di rumah. Tapi jujur juga,  untuk pergi ke kantor rasanya badan sudah tak karuan. Bukan hanya engap, tapi kadang terasa kontraksi palsunya. Itu yang membuat bekerja pun jadi tak bisa all out. Oiya selama hamil aku juga tidak pernah ke kantor mengendarai motor sendiri. Jadi kalau tak diantar suami, aku pesan grab.  Setelah cuti, aku...

Si Kotak Hitam

Sudah lima tahun saya meninggalkan Kota Semarang, tapi rasa dan kenangannya masih begitu melekat. Bagaimana pun juga kota itu banyak memberikan pelajaran berharga untuk kehidupan saya saat ini. Bisa dibilang setiap sudutnya ada kenangan yang sulit dilupakan. Semarang dan seiisinya  telah membentuk saya menjadi pribadi mandiri, tangguh, dan lebih berempati. Saya tidak bisa membayangkan, jika selepas dari bangku SMA saya tidak hidup merantau. Mungkin, kehidupan saya tidak seperti sekarang. Mungkin, saya masih jadi seorang anak pemalu, minder dan penakut. Banyak momen berharga yang terjadi selama empat tahun sembilan bulan saya tinggal di Kota Semarang. Dan tentu banyak orang-orang yang sulit saya lupakan, karena mereka bagian dari tokoh berjasa dalam perjalanan hidup saya. Pengalaman manis, pahit, kecut, asam saat tinggal di kota orang menjadi satu paket cerita dalam buku perjalanan saya. TINGGAL DI KOSAN BERHANTU Siang itu, usai melakukan daftar ulang di Kampus Undip Pleb...

Menikah Denganmu

Memutuskan diri menikah dengan mu tentu bukan perkara mudah. Sampai Allah sendiri yang meyakinkan ku, bahwa kamu lah orang pilihan-NYA. Kamu adalah jawaban atas doa-doa dalam sujud ku. Aku masih ingat, bagaimana saat rasa galau berkecamuk dalam hati. Bingung menentukan pilihan. Apakah kamu atau justru orang lain. Tapi sungguh, semua kegalauan dan keraguan itu langsung sirna begitu aku mendengar perkataan ibu. "Yang namanya calon suami itu ya datang sendiri,bukan barengan" begitu kata ibu menjelaskan arti mimpiku. Ya, sebelumnya aku memang pernah memimpikan sosok mu hadir di rumah. Kamu memakai baju koko, hanya duduk di pojok kasur kamar ku.  Kamu tak berkata apa-apa, hanya tersenyum. Dan, mimpi ini tak hanya sekali. Kamu juga hadir di tengah keluarga ku. Berdiri di depan ruang tamu, bersama kedua orang tua ku juga kakak iparku. dari situlah aku akhirnya yakin, bahwa kamu lah orang yang selama ini aku nanti. Sampai tiba waktunya, 25 Agustus 2019 aku resmi dan sah...

H-7 Jelang Menikah

Sebuah rasa yang perlahan terus tumbuh, Seperti mawar  yang ditanam dan dirawat hingga terlihat cantik dan memesona. Begitu juga perasaan Disa pada Adam. Disa tak menyangka bisa memiliki rasa sayang pada lelaki yang pernah ditolaknya. Bersama Adam, Disa selalu merasa aman, nyaman, dan tenang. Walaupun ada gesekan kecil antara keduanya, tapi ujungnya selalu tersenyum. Di saat Adam yang tiba-tiba murung tak jelas, Disa yang mengalah. Pun sebaliknya, saat Disa yang moodnya jelek Adam yang sadar untuk mengalah. Disa pun teringat saat ia dan Adam sudah mendekati hari pernikahan. Seminggu sebelum pernikahannya, keduanya memutuskan untuk tidak bertemu. Terakhir, Adam mengantarkan Disa ke kantor. Dan, ia berniat menjemput kekasihnya di kantor saat jam pulang tiba. Tapi tawaran itu ditolak. Disa hanya tak tega bila Adam harus keluar rumah lagi untuk mengantarnya pulang. Akhirnya malam itu Disa menolak tawaran Adam secara halus. Disa memilih pulang bersama teman satu kantornya, D...

Rio... Tolong Jemput Aku

Malam itu, tubuh Rena mendadak menggigil. Suhu tubuhnya lumayan tinggi, sementara posisinya masih di kantor. Beruntung, malam itu pekerjaannya sudah selesai. Tinggal menunggu finishing yang dilakukan rekannya. Sambil rebahan, Rena membaringkan tubuhnya di ruang pojok yang ada di kantor. Ruang itu memang biasa dipakai untuk segala rupa. Ada yang tidur, gosip, makan bareng, solat dan juga rapat setiap awal pekan. Rena melipat tubuhnya untuk mempertahankan suhu tubuh yang malam itu dirasanya nano-nano.  Antara dingin yang menusuk kulit dan panas disertai kepala pusing hingga membuat matanya jadi berair. Dan ujungnya, air mata pun membanjiri wajahnya yang sudah terlihat layu. Sambil menggosok-gosokan tangan Rena coba mengembalikan suhu tubuhnya kembali normal. Itu juga cara dia menghilangkan rasa dingin yang membuat seluruh tubuhnya terasa ngilu. Malam itu sudah cukup larut. Dia pun sempat dilema apakah akan meminta jemput atau memaksa diri untuk pulang sendiri mengendarai ...

Genap 5 Tahun

Genap 5 tahun. Tidak terasa, ternyata sudah lima tahun bergabung dengan keluarga besar Metropolitan. 14 Januari 2013 Saya datang ke gedung Graha Pena lantai dua sembari membawa lamaran. Dengan segala 'kebutaannya' tentang Bogor, saya beranikan diri melamar di posisi wartawan. (Maklum, lima tahun saya lebih banyak beraktivitas di Semarang. Bahkan, nama bupati dan walikota pun saya tidak tahu. Ketika itu saya bertemu dengan sosok lelaki dengan potongan rambut gondrong mirip salah satu personil The Rolling Stones. Di bagian akhir sesi wawancara, lelaki itu bertanya apakah saya punya dan bisa mengendarai motor. Dengan pede, saya menjawab "bisa" (Padahal, aslinya saya masih takut mengendarai motor ke jalan raya) 15 Januari 2013 Tanpa pendampingan, beliau langsung menyuruh saya liputan sendiri. Cari berita yang menurut saya layak dimuat. Waktu itu saya tertarik mengangkat soal bocah penjaja plastik di pasar tradisional saat di jam sekolah. Tapi rupa...

Meniti dari Nol

Tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa ketekunan, perjuangan dan pengorbanan. Semua dimulai dari nol. Kata-kata itu terus terpatri dalam diri. Saat kejenuhan merasuk atau pikiran sedang berantakan karena merasa lelah. Kadang, ada saja orang-orang yang membuat diri patah semangat. Entah dari sikapnya atau mungkin dari cara pandangnya yang tiba-tiba membuat gairah meraih kesuksesan mendadak kendur. Tapi lagi-lagi saya sadar kalau diri ini bukanlah siapa-siapa. Untuk itulah sekarang ini masanya menjadikan diri ini lebih bernilai. Istilahnya Zero to Hero. Bukankah setiap anak tangga memang harus dilewati. Apapun kondisinya. Karena kesuksesan di masa depan tergantung dari apa yang kita lakukan di masa kini. Saya percaya dan meyakini sepenuhnya kalau setiap pekerjaan yang dilakukan saat ini tidak akan pernah sia-sia untuk diri saya di masa depan. Walaupun hasilnya belum terlihat, paling tidak kita selalu berusaha menanam kebaikan. Dan, menjalankan tanggungjawab dengan sebaik-se...

Maafkan aku, Dafa...

"Kamu pulang jam berapa?" ujar nya di pesan teks. "Agak malam, mungkin jam delapan malam" jawab ku sambil mempersiapkan semua dokumen untuk presentasi besok.  Saat itu jam di dinding kantor masih menujukan pukul 19:10 wib. "Oh begitu, yasudah kalau begitu aku langsung pulang saja" balasnya.  Aku pun bergegas merapikan semua pekerjaan kantor dan membereskan semua laporan yang akan dibawa besok. Rupanya tak sampai pukul delapan malam, pekerjaan sudah selesai. Aku pun membalas pesannya.  "Baiklah, hati hati di jalan. Kita bertemu besok saja di tempat biasa," ujar ku sekitar 15 menit kemudian.  Saat itu pula, aku langsung menuju mobil dan bergegas pulang. Ya, aku berharap malam itu bisa berama-lama mengobrol dengannya yang sudah lebih dulu pulang. Dan lagi, malam itu sudah mulai turun rintik hujan jadi aku buru-buru ingin sampai di rumah.  30 menit berselang, aku pun sampai di gerbang rumah. Masih di teras rumah, aku...

Insyaallah, Kamu Jodohku (1)

"Minggu depan aku mau menemui bapak ibu ya" ujar Ama pada Ari. "Iyess....,"jawab Ari dalam hati. Ari senang sekali mendengar kalimat itu. Ia tak sabar menunggu kedatangan calon suaminya. Ia ingin Ama mengutarakan perasaannya langsung pada bapak ibunya. Setidaknya, itu bisa jadi pengikat hubungannya sambil menanti hari bahagia itu tiba. Dug...dug... Allahu Akbar..... Allahu akbar.... Suara bedug adzan dzuhur sudah terdengar. Tak terasa, sudah pukul 12:00 wib. Sabtu siang. suasana hari itu cerah sekali. Ama janji akan ke rumah Ari. Wanita yang sempat menolak lelaki itu akhirnya benar-benar jatuh hati. Ari menunggu kedatangan Ama yang bilang akan ke rumah siang hari. Tapi, sampai pukul 14:00 wib, tidak ada kabar darinya. Sosok lelaki itu tidak juga muncul di rumahnya. " Mbak, mas mu jadi ke rumah tidak," kata ibunda Ari menanyakan. "Jadi bu, sepertinya sore,"jawab Ari pada sang bunda, "oh.., yasudah. Ibu mau istrirahat dulu,...